aku pernah ada di tahun yang itu
tahun ke dua puluh
berasa decak kagum campur peluh
di iringi rasa yang belum pasti
seperti pesan yang berlari-lari
apa yang membuat saraf hingga remuk?
apa yang menampar kehidupan yang lama?
dan apa yang berbisik lembut ketika ku tertidur?
adalah cinta yang bersyair kalimat
seperti ikrar dalam biara sendu
dan seperti tetabuhan di hari pesta
siapapun yang ada dibalik pintu
aku ingin dia hembuskan nafas untukku
berikan juga hembusan untuk lilin-lilinku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar